Another Reason to Think Positively..

My boss sent me this article. It is good ups.. really good article, so I post this to my blog. Enjoy :)

Seorang janda miskin Siu Lan punya anak umur 7 thn bernama Lie Mei.
Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjualan kue di pasar, karena miskin Lie Mei tdk pernah bermanja2 kepada ibunya.

Pada suatu musim dingin saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sdh rusak dan Siu Lan berpesan pd Lie Mei untuk menunggu di rumah karena ia akan membeli keranjang baru.

Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei dirumah. Siu Lan sangat marah. Putrinya benar2 tdk tau diri, hidup susah tapi masih jg pergi main2, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu di rumah.

Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dr luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram.

Sepulang dari berjualan kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yg membeku dan sdh tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.

Siu Lan mengguncang2 tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dr tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yg ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yg berantakan tp dpt dibaca, “Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini utk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar… Mama selamat ulang tahun”.

Kisah nyata ini dimuat di harian Xia Wen Pao thn 2010

(Negative thinking, dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup……. THINK POSITIVE)

Like this on Facebook

Like Button

This is the first time I try this thing. Please use the Sharing menu under Settings or use this link to learn more http://en.blog.wordpress.com/2010/08/24/more-ways-to-share/

Help yourself, then others

Membuat diri kita nyaman adalah langkah awal namun prerequisite bagi kita jika ingin membuat orang lain nyaman dan pada akhirnya terbantukan. Help yourself, then others.

Begitu pula rumus umum ini berlaku agar kita dapat memahami orang lain atau paling tidak ‘merasa’ memahami orang lain. Aplikasi akan hal ini agaknya tidak terbatas. Selama kita berbicara dalam konteks hubungan interpersonal, maka rumus ini pun akan berlaku. Awareness akan diri dan gejolak yang ada di dalamnya adalah sarana yang paling baik agar kita dapat aware terhadap diri orang lain dan ‘gejolak’ yang ada di dalamnya.

Know yourself, then you will know the world..
Walaupun agak muluk, namun bukan berarti 100% salah. Karena bagaimanapun juga kita adalah bagian dari dunia yang ingin kita ketahui. Hanya saja barangkali kita perlu lakukan setahap demi setahap. Dimulai dari diri sendiri, lalu istri dan keluarga, teman sekantor, pimpinan dan anak buah, tetangga, masyarakat, dan komunitas yang lebih luas lagi. Tapi tetap, semua itu berawal dari diri kita sendiri. Maka diri inilah penentunya.

Kekasih wanitaku pernah merasa bingung untuk memulai revisi skripsinya, “Mau dimulai dari mana ini?” Begitu kurang lebih keluhannya. Kataku padanya, “mulailah dari halaman pertama”. Sederhana, namun tepat sasaran.

Semua hal berawal dari unit terkecilnya, atau dalam konteks tulisan ini, semua berawal dari diri Anda, mengetahui siapa diri Anda, siapa diri saya, dan siapa diri kita. Know yourself, then you will know the world, Help yourself, then you can help others.

2nd Year of..

Bertepatan dengan perayaan Nyepi ini saya ingin menyampaikan bahwa hari ini harusnya bukanlah hari biasa. Karena menurut penanggalan Masehi, hari ini tepat 2 (dua) tahun lebih beberapa jam saya menapaki kehidupan profesional.

 

Take a Leave (wrong decision)

Home & Garden

Stayed at home..

Hari ini aku mengambil cuti,

Tak pernah rasanya terlintas di pikiranku untuk mengambil cuti hanya karena alasan yang tidak jelas. Kupikir aku begitu capeknya sehingga tak sanggup untuk hadir di kantor, tak sanggup untuk berkendara dengan motorku walau hanya untuk satu jam, tak sanggup bila aku harus terus terjaga di sepanjang waktu kerjaku, tak sanggup bila aku harus pulang kembali dan menempuh jalan yang tadi pagi aku lewati.

Tapi apa yang terjadi… semua itu hanya kekhawatiranku saja. Kucoba tuk menidurkan badan ini, tapi tak sekejappun mata ini terlelap. Sia-sia saja putusanku hari ini, terbuang percuma saja cutiku kali ini.

Inilah akibatnya bila aku terlalu menuruti perasaanku.

Tapi ya sudahlah… Ambil hikmahnya saja. Aku harus dapat menyelesaikan amanah yang diberikan kepadaku. Performa kerjaku harus lebih baik dibanding bila aku kini hadir di kantor. Dengan demikian, maka tidak ada yang sia-sia. Ini bukan penyesalan, ini lebih kepada mendayagunakan apa yang sudah terlanjur terjadi.

dan aku pun tersenyum kembali… :)
there’s nothing to regret,

never!

dan Aku pun Mendarat Kembali

Suram..

Sebenarnya agak kaget mendengar bahwa aku akan kembali ke posisiku semula, di saat aku telah sangat yakin dan ingin sekali untuk terus berada di sini dan mengambil bagian pada pembangunannya…. hingga system ini selesai… hingga aku pun boleh berkata…. namaku ada di dalamnya.

Ya, system ini telah mangambil potongan dari jati diriku. Sehingga saat aku dicabut dari sini aku merasa kaget, kecewa, sedikit depresi, dan curiga.

Apa aku ditarik atau dilempar?

aku tidak dapat menjawabnya dengan pasti, bahkan mungkin terlalu ekstrim pertanyaan ini untuk berada di pikiranku. Tapi who knows? Siapa yang bisa memastikannya.! Ada perasaan sedih, kecewa, dan curiga di dalam hati, “apa aku telah mengecewakan manajemen… apa aku telah mengecewakan anggota timku..?”

Meski demikian aku berharap dapat menghibur diri, dengan berbekal keyakinan bahwa aku, pada tugas yang baru, akan belajar banyak, sama halnya bila aku tetap berada di sini bersama timku.

Aku pun berharap mereka mengerti…

Aku pun berharap Aku mengerti…, Tuhan

3 kejadian

no matter what happened, stay focus to reach your goal

Dalam satu minggu ini saja ada 3 kejadian yang mmmm… gimana ya, agak susah mengatakannya tapi cukup anehlah menurutku.

Kejadian 1

Seharusnya aku berbahagia tapi nyatanya tidak begitu.

Sore hari selepas Ashar tiba-tiba salah seorang temanku menghampiriku sambil berkata, “Sudah ketemu mba Rindu?”, “belum” jawabku, “memangnya ada apa?” tanyaku balik, “yaa… datang aja dulu” jawabnya lagi, kurang lebih seperti itulah percakapan singkat yang terjadi di depan pintu restroom pria saat itu. Agak aneh pikirku saat itu karena tidak biasanya hal ini terjadi. Segera aku bergegas kembali ke Ruang Ubud terlebih dahulu sebelum aku menghadap beliau. Ternyata, di sana aku kembali diberi tahu oleh lebih banyak teman-temanku bahwa aku sedang dicari. Aku semakin terheran-heran, ada apa gerangan, mengapa aku begitu dicari sore ini.

Bergegas aku menuju ruang kerja beliau namun saat tinggal satu pintu lagi sebelum sampai ke ruang kerjanya, aku berhenti sejenak, memohon kekuatan dari sang Pencipta untuk dapat tegar dan sabar menerima apapun yang nanti aku temui. Segera setelahnya aku membuka pintu tersebut dan hanya berselang beberapa detik aku telah tepat berada di hadapannya. Ternyata kekhawatiranku berlebihan karena sesungguhnya berita baiklah yang selanjutnya aku dengar.

Aku dipromosikan, ya aku dipromosikan. Tapi sayang hal ini aku maknakan bukan karena apa yang telah aku capai selama ini, tapi lebih karena adanya faktor eksternal yang sedang terjadi di departemen tempat aku bekerja. Aku mensyukurinya tapi bukan berarti aku menjadi sangat berbahagia, tidak sampai sangat lah.. hanya sedikit di atas suasana hati yang kita sebut ‘biasa-biasa saja’.

Kejadian 2

Seharusnya aku bersemangat tapi nyatanya tidak begitu.

Entah kenapa aku begitu tidak bersemangat satu Minggu terakhir ini. Padahal tugas dan tanggung jawab masih ada di pundakku dan ini cukup signifikan. Sebelum payroll Juli berjalan, beberapa modul harus diperbaiki dan di sanalah aku berada untuk memastikan bahwa modul tersebut berjalan sebagaimana yang diharapkan manajemen. Tapi hingga Jumat pun berakhir, aku belum merampungkannya. Cemas tentu saja, terlebih karena aku bukanlah tipe orang yang lalai dari tugasnya, tapi entah kenapa semangat yang dulu pernah aku rasakan telah hilang begitu saja sekarang.

Kejadian 3

Sampailah Sabtu datang menyapa dan suasana hati pun tidak berubah banyak.

Tepat pada hari ini adalah hari lahirku. Tak seperti yang aku duga, hari ini aku cukup disibukkan untuk merespons banyaknya ucapan selamat yang diberikan kepadaku. Facebook memang jumawa sebagai portal relasi sosial. Sejenak aku dilupakan oleh betapa suntuknya beberapa hari terakhir yang telah aku lewati. Beragam ucapan dari teman dan sejawat membuat aku harus kembali merumuskan mengenai hubunganku dengan mereka. Aku tidaklah sendiri, paling tidak untuk hari ini, dan hingga saat ini, tapi apakah ini bertahan hingga esok, entahlah.. aku hanya berharap semoga saja demikian.

Pembicaraan di Belakang Layar

Whispering

Behind the Scene Talk

Dalam sebuah tim yang adem ayem ternyata tetap saja tersimpan potensi konflik. Sebenarnya saya tidak menyangka bahwa beberapa anggota tim menyimpan ketidaksetujuannya terhadap bagaimana tim ini berjalan selama ini. Lantas mengapa mereka tidak mengutarakannya sejak awal, mengapa hingga sekarangpun tetap disimpan saja di alam pikiran masing-masing.

Ada pembicaraan di belakang layar yang dilakukan, yang menurut saya ini dapat melukai keutuhan tim. Memang tidak sampai meruntuhkan, tapi cukup dapat menjadi tambahan supply bahan bakar kehancuran bila suatu saat nanti friksi di antara anggota tim semakin tajam. Bukan berarti pembicaraan di belakang layar tidak pantas untuk dilakukan, tetapi bila itu sampai terjadi maka ada sesuatu yang tidak semestinya telah berlaku.

Biasanya pembicaraan di belakang layar dilakukan karena adanya keterbatasan power yang dimiliki si pelaku yang mana ia tidak mampu memprediksi dan mengendalikan kemungkinan yang terjadi bila pembicaraan itu dilakukan secara langsung dan blak-blakan. Padahal bila memang ada yang tidak disetujui oleh pikiran kita bukankah sebaiknya kita mencari pelurusan dibanding harus memendamnya dalam pikiran kita masing-masing. Dalam psikoanalisis, energi yang terpendam ini akan selalu mencari-cari jalan keluar untuk dapat mengaktualisasikan dirinya baik itu dalam bentuk perilaku maupun simptom-simptom tertentu. Nah, kalau sudah demikian adanya, untuk apa lagi kita mesti bicara di belakang layar kalau toh semuanya akan keluar juga pada akhirnya.

Dibutuhkan kebijaksanaan dalam menyikapi ketidaksetujuan dan jiwa yang seluas lautan dalam menghadapi ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Hal ini semata-mata untuk terus berusaha menyelaraskan diri dengan situasi yang kita hadapi. Karena bila kita tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi di luar diri kita setidaknya kita selalu dapat mengendalikan apa yang terjadi di dalam diri kita. Tak perlulah kita melakukan pembicaraan di belakang layar, berterusteranglah, atau diam sama sekali dan tersenyum di dalam hati.

Ah itu mah Gossip!!

Gossip

Pointless Talk a.k.a Gossip

Sebagai pemula di dunia profesional atau lebih tepatnya kantoran ada ciri unik yang bagi saya enggak banget tapi yaa.. mau gimana lagi. So, apa-apa aja itu, mari kita lihat.

Rangking yang pertama adalah Gossip. Bengah rasanya mendengar orang-orang kantor saling bergossip ria seolah ia adalah menu wajib yang hadir setiap ada kesempatan untuk bertemu satu sama lain. Namun yang biasanya gossip adalah acara untuk membicarakan orang lain, ada pula jenis gossip yang membicarakan tentang diri sendiri, yang terkadang… nggak penting banget. Pernah berpikir ga sih bahwa ga semua orang setuju kupingnya kemasukan cerita-cerita yang ga berguna itu. Tapi bergossip tetaplah bergossip, sekali terlontar susah diremnya. Kenapa? Karena ia dianggap biasa, dan semua hal yang biasa ga kan pernah mendapat perhatian sampai ia memakan korban.

Dalam ajaran agama, gossip rasanya sama dengan Ghibah. Membicarakan orang lain sekalipun ia adalah fakta, ia tetap dikategorikan sebagai ghibah, dan sanksinya adalah pengurangan pahala. Celakanya, orang yang dibicarakan malah bisa tiba-tiba mendapat rejeki nomplok karena kebanjiran pahala akibat seringnya ia dighibah orang. Aku sendiri baru tahu akan hal ini. Jadi kalau kita dibicarakan orang, entah itu benar atau salah, berbahagialah, karena kita sedang ditambah pahalanya, hmmm…

Tapiii..tak usahlah kita berpanjang-panjang mengenai agama karena aku pun tak mau dan bahkan tak pantas untuk menjadi station relay-nya ajaran agama apapun. Yang pasti, memiliki informasi mengenai seseorang boleh jadi membuat kita merasa lebih powerful dibanding rekan kita yang lain, dan satu-satunya cara untuk membuktikannya ya..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.